name='google-site-verification'/> HARI KEMENANGAN ~ JALANKEHIDUPAN

August 5, 2013

HARI KEMENANGAN

oleh : Wiarsih Asikin



       SAAT pertandingan final berlangsung, baik suporter sepakbola maupun suporter olahraga lainnya pasti tak hanya diliputi ketegangan. Selain terus berdoa, mereka sangat berharap agar tim idolanya memenangkan pertandingan. Dan, saat pertandingan usai, tak hanya tim atau kesebelasan yang bertanding dan menang yang sibuk merayakan kemenangan mereka. Suporter pun ikut menikmati kemenangan dengan kegembiraan yang sulit digambarkan oleh kata kata.
      Biasanya, kemenangan yang memang sangat dinantikan, dirayakan bersama kegembiraan yang melimpah ruah. Kegembiraan yang diungkapkan, tentu saja tanpa banyak kata karena yang lebih banyak adalah ekpresi dan aneka tingkah.
      Sebenarnya, bisa disebut tak beda dengan ekpresi setiap muslim yang juga merayakan hari kemenangan setelah selama sebulan penuh berpuasa. Hanya, ekpressi menikmati hari kemenangan tentu sangat lain dengan ekpresi menikmati kemenangan meraih piala sepakbola atau piala lainnya.
      Yang diraih umat muslim yang menikmati hari kemenangan, bukan simbol berupa piala. Tapi, sesuatu yang sungguh sangat luar biasa. Wujudnya, memang tak nampak sebagai benda dalam bentuk apapun. Hanya, ketika diekpresikan yang kemudian terwujud adalah berbagai perbuatan yang dimensinya sangatr jelas, yaitu : kebaikan.
      Kebaikan tercipta karena setiap muslim yang merasa menang, sangat sadar, kalau kemenangannya bukan untuk pesta pora yang menghamburkan biaya dan waktu. Tapi, berpesta pora untuk membangun kebajikan. Menebarkan kebaikan, di mana tangan setiap muslim senantiasa menyelamatkan dan dari mulut setiap muslim yang bertaburan bukan hujatan atau caci maki. Tapi, kalimat kalimat yang tentu saja sangat menentramkan siapa saja.
     Mengapa? Karena setelah Ramadhan dan lewat puasa berhasil menjinakkan hawa nafsu, seseorang yang sebelumnya pelit, setelah Ramadhan dan merasa menang, berubah menjadi dermawan. Jika sebelumnya malas beramal, setelah merasa menang justeru hanya terpanggil untuk terus menerus beramal. Sebab, kemenangannya mendangkan kesadaran bahwa hanya dengan beramal dirinya bisa mencapai Allah. Amal yang membuat dirinya dapat memiliki sahabat sejati yang ikhlas menemani sampai ke liang kubur. Bahkan, sampai ke saat di mana semua hamba Allah hadir di pengadilan akhirat.
     Pun untuk setiap hamba yang sebelumnya hanya hobi ngerumpi atau bergibah. Jika setelah Ramadhan dirinya benar benar berhasil memenangkan pertandingan melawan hawa nafsu (keburukan), maka setelah Ramadhan, tak hanya menyadari kalau bergibah itu perbuatan buruk. Tapi, juga dengan sadar mulai menata diri untuk mulai hidup baru, yaitu, hidup tanpa bergibah. Tanpa melakukan hal lain yang buruk atau dilarang oleh Allah Subhanallah Taala.
    Perubahan nyata juga bakal dialami oleh siapapun yang kalau sebelumnya tidak pelit dan tidak suka bergibah, namun tetap tak luput dari keburukan seperti curang dalam berniaga, suka iri dengki dan akhlak tercela lainnya.
    Setelah sadar dan yakin menang, tentu akan berlaku sama dengan sosok yang dicontohkan di atas. Jadi, jika ia seorang pedagang yang sebelumnya suka mengurangi berat timbang, setelah hari kemenangan mulai berniaga dengan segenap kejujuran, karena yakin, rezeki dari Allah untuk dirinya tak akan tertukar dengan rezeki orang lain.
    Pun untuk pekerja yang biasa malas datang ke kantor tepat waktu. Setelah merasa menang, yang kemudian diaplikasikan tak hanya tiba di kantor tepat waktu. Tapi, juga sudah memiliki tekad untuk tidak korupsi. Tidak memanipulasi alias tidak lagi bernafsu mencari uang tambahan dengan cara yang tidak halal. Sebab, kemenangan setelah ikhlas berpuasa selama Ramadhan, membuat dirinya sadar bahwa sebagai mahluk Allah, tugas di kehidupan di dunia yang sangat sementara, hanya untuk ibadah kepada Allah. Bukan untuk melaksanakan yang dilarang dan meninggalkan yang diwajibkan oleh Allah dan telah dicontohkan dengan sangat gamblang oleh Rasulullah SAW
    Jadi, hari kemenangan, sesungguhnya bukan baju, sepatu, rumah, mobil dan barang baru lainnya serta pesta pora yang membuat lupa pada hakikat kebenaran dan kebaikan. Hari kemenangan sesungguhnya adalah jiwa dengan akhlak yang jauh lebih baru, yaitu. Akhlak Mulia. Akhlah yang membuat setiap muslim hanya bertekad melakukan sesuatu yang baik dengan benar dan menegakkan kebenaran dengan baikl.
   Semoga Hari Kemenangan membuat Indonesia sejahtera, karena koruptor meninggalkan kebiasannya mengkorup uang rakyat, penjahat menjadi baik dan segela keburukan berubah menjadi kebaikan yang membuat setiap warga menjadi aman, tentram dan damai.
   Bukankah damai itu indah?
   Lewat hari kemenangan, mari kita cipta dan wujudkan damai itu indah secara nyata. Bukan sebagai slogan yang banyak tertulis di spanduk yang bertebaran di berbagai tempat strategis.

   Jika memang suka berangan angan
   Capailah harapan yang paling indah
   Jika berhasil meraih hari kemenangan
   Ciptakan damai itu indah dengan mudah


   Selamat Idul Fitri 1433 Hijrah.
   Mohon Maaf Lahir dan Batin.



Reaksi:

0 komentar :

Post a Comment